Melihat Sepeda Onthel Langka serta Paling tua di Yogyakarta

Sunaryo (67) mempunyai 17 sepeda onthel, tapi ia menampik dikatakan sebagai kolektor sepeda ontel. Lelaki yang bertempat di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah ini semakin suka diketahui untuk pengamat sepeda. Salah satunya koleksinya turut dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) dalam pameran bertopik Sarekat Onthel pada 13-22 Oktober 2017.

Berpakaian beskap, dia menjelaskan pada pengunjung yang mengerumuni sepedanya. Buat yang suka onthel classic, sepeda Sunaryo seakan menyihir beberapa orang untuk mengaguminya dari jarak dekat. Serta, dapat menggenggam langsung tiap bagiannya.

Onthel brand Fongers seri BD 60 keluaran 1923 termasuk langka hanya karena dibuat 100 unit di dunia. Hampir semua bagiannya masih asli. Cuma ban serta karet pedal yang telah ditukar. Sadel sepeda tidak ada busanya, yang masih ada cuma serangkaian kawat serta pegas.”Saya masih seringkali gunakan sepeda ini untuk jalanan, meskipun sadelnya tidak ada busanya,” katanya yang beli sepeda onthel ini di Yogyakarta pada 2012.

Sunaryo in-bloom.co memperoleh sepeda onthel langka itu dalam suatu sepeda tua di Yogyakarta. Saat itu, dia mengambil kantong Rp 20 juta untuk bawa pulang sepeda produksi Belanda ini.

Agus Pamuji, jadi salah satunya pameran yang repot layani pertanyaan pengunjung. Dia memperlihatkan sepeda Columbia Roadster keluaran 1910. Sepeda onthel ini adalah sepeda paling tua yang masuk dalam Indonesia.

Sepeda Columbia masuk dalam Hindia Belanda pada 1890-an serta dijual di beberapa kota besar seperti Batavia, Semarang, Bandung, Yogyakarta Medan Padang, dan lain-lain. Di Yogyakarta, sepeda Columbia dijual oleh toko sepeda A. Resink And Co.Lelaki yang profesinya untuk dokter ini mempunyai 10 unit sepeda onthel di tempat tinggalnya. Dia seringkali menggunakan sepeda onthel waktu pergi serta pulang kerja.

“Saya bisa Columbia Roadster di Yogyakarta pada 2009,” tutur ketua Komune Sepeda Tua Indonesia (Kosti) daerah Kebumen ini. Dia tidak beli tetapi mengganti dengan salah satunya koleksi sepedanya. Agus menaksir harga Columbia Roadster sekarang ini capai Rp 30-an juta.

Dia berasumsi, umumnya sepeda onthel tua didapat di Yogyakarta sebab waktu pemerintahan Hindia Belanda kota ini jadi salah satunya agen sepeda.

Buat Agus, pelihara sepeda tua tidak susah. Untuk menahan karat, cukup diolesi minyak tanah.Ada 29 sepeda onthel tua yang turut dalam pameran di BBY. Kecuali punya Sunaryo serta Agus, ada juga sepeda roda tiga Kendrick TWS keluaran 1936, yang umum dipakai oleh petugas pos di jaman pendudukan Belanda di Indonesia.

“Rerata masih original, jika ada yang baru cuma pedal serta ban,” kata Hermanu, kurator BBY.

Pameran ini diiringi oleh 9 komune sepeda tua yang ada di Bandung, Ungaran, Kebumen, Solo, Ngawi, Jakarta, serta Yogyakarta.Lewat pameran sepeda onthel, papar Hermanu, dapat diketahui riwayat perjalanan sepeda di Indonesia, yang rupanya dahulu adalah barang eksklusif hanya karena dipunyai oleh bangsawan serta petinggi pemerintah Hindia Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *