Nama Baju Tradisi Sunda, Untuk Golongan Bawah serta Atas

Nama baju tradisi Sunda terdapat beberapa jenisnya. Beberapa nama ini sesuai dengan tipe serta mode yang dikenai oleh penduduknya sendiri. Ada warga yang seringkali menggunakan Beskap, karena itu publik bisa memandang baju itu pada jaman dulu biasa dikenai oleh susunan atau posisi sosial dari golongan mana.

Walau berkesan memperbedakan posisi sosial, itu yang berlangsung dengan baju tradisi Sunda. Serta kelihatannya semua baju wilayah hampir alami hal yang sama. Ada pembedaan pakaian yang digunakan bangsawan serta rakyat biasa.

Banyak langkah kita untuk mengenali satu demi satu apa – apa nama baju wilayah Sunda, baik yang tradisionil serta baju yang telah diubah jadi baju kekinian. Dapat dengan tiba ke museum wilayah yang berada di provinsi Jawa Barat atau bisa lihat lewat situs komunikasi Daring yang namanya internet. Jadi tidak ada fakta buat kita tidak untuk mengenali nama dari baju tradisionil Sunda. Sebab dengan mengenalinya ialah bukti kita menghormati perjalanan serta makna riwayat.

Apa cukup hanya mengenalinya saja? Kami pikirkan masih kurang. Kenapa? Sebab sesudah mengenalinya, kita harus jaga serta merawatnya bersama-sama. Dengan demikian, itu bentuk cinta kita pada kebudayaan Indonesia serta cerminan masyarakat negara yang baik.

Dari beberapa sumber yang ada, pada akhirnya kami sukses kumpulkan beberapa nama baju tradisi wilayah Sunda, apa itu? Baca infonya di bawah ini.Beskap salah satu baju tradisi Sunda yang biasa digunakan untuk acara – acara sah baik kelembagaan maupun pemerintahan wilayah dan pemerintahan pusat. Beskap adalah baju semacam baju sah untuk lelaki. Beskap mempunyai struktur tebal, kerah pakaiannya pun tidak berlipat.

Mengenai warna baju Budaya Indonesia Beskap pasti bermacam, tapi umumnya memiliki warna gelap serta tetap polos. Bila jadi perhatian dari dekat, ada ketidaksamaan ukuran potongan beskap di bagian depan yang tidak simentris. Maksudnya untuk mengantisipasi penggunaan aksesori keris yang kemungkinan cukup berat. Skema kancingnya umumnya menyamping. Beskap hampir tentu tetap dipadupadankan dengan jarik, yaitu semacam kain panjang yang diikatkan untuk tutupi kaki.

Golongan dari golongan bawah di wilayah sunda sama dengan golongan petani yang seperti telah punyai style baju yang ciri khas. Buat golongan lelaki dari golongan menengah kebawah umumnya menggunakan celana dengan ukuran besar (longgar) atau biasa disebutkan ‘celana komprang’ atau pangsi. Untuk atasan umumnya kenakan pakaian salontréng. Tetapi biasanya gabungan baju atas bawah ini dikatakan sebagai pakaian pangsi saja.

Untuk golongan wanita dari golongan bawah umumnya kenakan bawahan Sinjang Bundel yang umum digunakan untuk rok sampai betis. Selanjutnya menggunakan beubeur (semacam ikat pinggang), kamisol, serta kebaya diperlengkapi dengan selendang motif batik. Serta untuk alas kaki itu kenakan sandal kempit keteplek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *