Pemerintah Indonesia Cuma Berfokus buat Menyelamatkan Pengungsi

Kehadiran pengungsi etnis Rohingya ke Indonesia jadi sorotan banyak pihak. Alasannya Indonesia bukan negeri yang meratifikasi Kesepakatan Pengungsi, serta pula bukan negeri tujuan.

Tetapi, atas rasa kemanusiaan, pada 2020 ini, Indonesia 2 kali menerima para pengungsi etnis Rohingya yang kabur dari Myanmar. Para pengungsi tiba pada akhir Juni serta September kemudian.

Para pengungsi ini terletak di Aceh serta dalam pengawasan Organisasi Pengungsi PBB( UNHCR) dan Organisasi Migran Internasional( IOM). Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Departemen Luar Negara, Febrian Ruddyard berkata kalau Indonesia menerima para pengungsi ini atas dasar kemanusiaan.

” Kita menerima mereka atas dasar kemanusiaan di tengah pandemi virus korona( covid- 19). Dikala ini mereka terletak di dasar penindakan UNHCR serta IOM,” kata Febrian dalam webinar Bridging the gap in refugee response in Southeast Asia, Rabu, 7 Oktober 2020.

Dia meningkatkan bila Indonesia pula telah mangulas menimpa para pengungsi ini dengan Myanmar. Indonesia menegaskan supaya repatriasi pengungsi wajib terjalin dengan sukarela Indonesia bantu pengungsi Indonesia bantu pengungsi , tanpa paksaan.

Sedangkan itu, dalam peluang yang sama, Direktur Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negara, Achsanul Habib menuturkan bila Indonesia cuma menampung para pengungsi sedangkan. Dia membetulkan bila suasana ini jadi permasalahan untuk pemerintah wilayah serta warga.

” Pemerintah Indonesia berupaya penuhi sebagian hak fundamental, semacam pembelajaran, kesehatan serta leluasa dari rasa khawatir,” katanya.

Tetapi, imbuh ia, pengelolaan pengungsi wajib di dasar mandat organisasi internasional terpaut.

” Pemerintah Indonesia berfokus pada suasana darurat serta menyelamatkan pengungsi pada respons awal sepanjang kehadiran,” tuturnya.

Buat itu, menimpa hal- hal yang berkaitan dengan kesejahteraan pengungsi, Indonesia tidak bertanggung jawab. Alasannya Indonesia bukan negeri tujuan serta asal, melainkan negeri transit.

” Buat permasalahan lain, sekali lagi, organisasi internasional bertanggung jawab,” tegasnya.

Pada 24 Juni kemudian, Indonesia menerima 99 pengungsi etnis Rohingya. Serta pada 7 September, RI kembali menerima 269 pengungsi Rohingya.

Menteri Luar Negara Retno Marsudi, dalam pernyataannya dini September kemudian berkata untuk Indonesia, Myanmar ialah rumah buat para etnis Rohingya. Serta para pengungsi wajib terus dilindungi.

Retno meningkatkan, Indonesia pula menekankan berartinya kerja sama buat melawan kejahatan lintas batasan, tercantum penyelundupan manusia.

” Sebab diprediksi kerabat kita ini pula ialah korban kejahatan lintas batasan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *